Wasiat Rasullulah Saw Terhadapmu Wahai Kaum Hawa

 Wasiat Rasullulah Saw Terhadapmu Wahai Kaum Hawa
MENGENANGKAN banyak antara kaum perempuan menyeleweng daripada ajaran Islam disebabkan beberapa sifat buruk yang sepatutnya dijauhi, Rasulullah SAW menasihati dan menggalakkan mereka supaya selalu bersedekah. Hal ini kerana sedekah akan menolong mereka di dunia dan akhirat.
 
Dalam hadis daripada Jabir bin Abdullah, katanya: “Aku hadir bersama-sama Rasulullah mengerjakan sembahyang pada hari raya (selepas sembahyang dan berkhutbah). Baginda kemudian pergi (ke barisan belakang) hingga sampai ke tempat kaum perempuan. Lalu Baginda menasihati dan mengingatkan mereka, serta Baginda (menggalakkan mereka bersedekah), sabdanya: “(Bersedekahlah kamu kerana sesungguhnya kebanyakan kamu menjadi kayu bakaran api neraka.”
Pada saat itu, seorang perempuan yang berkedut kedua-dua pipinya, bangun dari tengah kaum perempuan lalu bertanya: “Mengapa (kami dimurkai Allah seberat itu), Ya Rasulullah? “Baginda menjawab: “Kerana kamu selalu saja mengadu (tidak cukup nafkah), dan kamu pula tidak mengenang budi suami (sedikit pun).”
 
Jabir (rawi hadis ini) berkata: “Golongan perempuan itu pula tampil bersedekah barang perhiasan badan mereka, mereka meletakkan pada baju Bilal: subang dan anting-anting serta cincin mereka.” (Hadis riwayat Muslim)
 
Kaum perempuan diciptakan Allah dalam keadaan yang semulia-mulianya – sebagai ibu yang dihormati, isteri dikasihi dan anak disayangi. Selain itu, diberi panduan supaya mereka menjadi manusia beriman dan beramal salih.
 
Untuk menyedarkan mereka akan hakikat itu, Rasulullah menasihati mereka supaya menjauhi apa-apa juga tabiat buruk seperti diterangkan dalam hadis di atas. Perkara itu ditegaskan lagi dalam hadis berikut.
Daripada Abdullah bin Umar bahawa Rasulullah bersabda: “Wahai kaum perempuan, bersedekah dan banyakkan beristighfar kerana sesungguhnya aku mengetahui (bahawa) kamu golongan yang banyak sekali antara ahli neraka.”
 
Seorang perempuan yang bijak antara mereka berkata: “Ya Rasulullah mengapa kami menjadi golongan yang banyak sekali antara ahli neraka?” Baginda menjawab: “”(Kerana) kamu selalu mengutuk dan memaki-hamun dan kamu pula tidak mengenang budi suami dan (selain itu) aku tidak melihat golongan yang kurang akal dan kurang pula (amal) agamanya serta besar pula pengaruhnya kepada orang lelaki bijak bestari (sekalipun) – selain daripada kamu.”
 
Perempuan itu bertanya lagi katanya: “Ya Rasulullah apa maksudnya: (Kaum perempuan) kurang akal dan kurang (amal) agama itu?” Baginda menjawab: “Mengenai kurang akal, maka (ketika menjadi saksi): Saksi dua perempuan, (hanya) menyamai saksi seorang lelaki; maka inilah (tanda) kurang akal. Dan seseorang perempuan pula akan tinggal beberapa hari dengan tidak mengerjakan sembahyang (kerana kedatangan haid) dan dia pula ada kalanya tidak berpuasa pada Ramadan (kerana kedatangan haid juga) maka ini dan (tanda yang menunjukkan kaum perempuan) kurang amal agamanya (berbanding dengan kaum lelaki).”
(Hadis riwayat Bukhari dan Ibn Majah)
 
Dari Al-Hasan, bahawa ‘Aqil bin Abi Thalib menikahi seorang wanita dari Jasyam. Para tetamu mengucapkan selamat dengan ucapan jahiliyah : “Birafa’ Wal Banin (Semoga murah rezeki dan banyak anak)”. ‘Aqil bin Abi Thalib melarang mereka seraya berkata : “Janganlah kalian ucapkan demikian!!. Karena Rasulullah s.a.w melarang ucapan demikian”. Para tamu bertanya :”Lalu apa yang harus kami ucapkan, wahai Abu Zaid ?”. ‘Aqil menjelaskan : “Ucapkanlah : Barakallahu lakum wa Baraka ‘Alaiykum (Semoga Allah memberi kalian keberkatan dan melimpahkan atas kalian keberkatan). Demikianlah ucapan yang diperintahkan Rasulullah s.a.w”.
 
(Riwayat Ibnu Abi Syaibah, Darimi, Nasa’i, Ibnu Majah, Ahmad dan lain-lain).
Doa yang biasa Rasulullah s.a.w ucapkan kepada seorang mempelai ialah :
“Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair”
 
Doa ini berdasarkan hadith sahih yang diriwayatkan dari Abu Hurairah:
Dari Abu hurairah, bahawasa Nabi s.a.w jika mengucapkan selamat kepada seorang mempelai, beliau mengucapkan doa : “Barakallahu laka wa baraka ‘alaik, wa jama’a bainakuma fi khair (Semoga Allah memberimu keberkatan dan mencurahkan keberkatan ke atasmu dan mudah-mudahan Dia mempersatukan kamu berdua dalam kebaikan)”.
 
(Riwayat Ahmad, Tirmidzi, Darimi, Hakim, Ibnu Majah dan Baihaqi).
 


^.^ you are pretty and handsome strangers ^.^

19 Sunnah Yang Dilupakan

Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnah juga berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan

Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat MelepasnyaDiriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu

Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhubahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Istiqamahlah kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah solat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

 3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhabahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Siwak dapat membersihkan mulut dan untuk mendapatkan redha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku nescaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak solat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, solat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun petang, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian boleh menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

4. Solat Istikharah

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara solat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)Oleh kerana itu, lakukanlah solat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam solat istikharah.

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cedokan Telapak Tangan Ketika Berwudhu

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu cedok air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Mengiring Ke Kanan

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak solat, kemudian tidurlah dengan posisi mengiring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum solat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana

Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat

Isya`Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengubati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum solat isya` dan tidak suka begadang setelah solat isya`.

10. Mengikuti Bacaan Muadzin

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di syurga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)

11. Berlumba-Lumba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan Shaf Pertama.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bahagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan solat, niscaya mereka akan berlumba-lumba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu

Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur mengiring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

13. Meruqyah Diri Dan Keluarga

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhabahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam sentiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

14. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

15. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang memerlukan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim)

16. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke air dan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga cedok ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

17. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

18. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir

Setelah Shalat
Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar)

19. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah
 
Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam.”Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

Sumber: Kitab Arba’una Darsan Liman Adraka Ramadhan karya Syaikh Abdul Malik Bin Muhammad Bin Abdurrahman Al-Qasim
^.^ you are pretty and handsome strangers ^.^

Jangan Belajar Agama Di Tepi Jalan

Dari Abu Hurairah radiyaLlahu ‘anhu dia berkata : RasuluLlah sallaLLahu ‘alaihi wasallam bersabda :

Orang-orang Yahudi berpecah menjadi 71 golongan, satu masuk syurga dan 70 dalam neraka. Orang-orang Nasrani juga berpecah menjadi 72 golongan, 71 dalam neraka dan satu masuk ke syurga. Dan demi jiwa Muhammad yang ada dalam kekuasaanNya sesungguhnya ummatku akan berpecah menjadi 73 golongan , satu masuk syurga dan 72 masuk dalam neraka. RasuluLlah ditanya: Siapakah mereka (yang masuk syurga itu)?, Beliau menjawab : “Al Jama’ah”. (HR Ibnu Majah, no. 3994)
————————————————————————————————————————-

DI akhir zaman ini, kesatuan umat Islam tidak lagi seteguh di zaman Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, baik dari segi persaudaraan dan juga amalan. Namun, yang lebih menggusarkan ialah berlaku perpecahan atau wujud puak-puak akibat perbezaan pandangan dalam Islam yang jika tidak dibendung boleh membawa kepada pergaduhan sesama Islam.

Ini mengingatkan kita kepada sabda Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Sesungguhnya Ahli Kitab berpecah dalam agama mereka kepada 72 golongan. Sesungguhnya umat ini akan berpecah belah kepada 73 golongan, semuanya ke neraka kecuali satu iaitu Jamaah”.

Wartawan MOHD. RADZI MOHD. ZIN dan jurufoto JEFFRI A. RAHMAN menemu bual bekas pensyarah Jabatan Pengajian Islam, Universiti Teknologi Malaysia, Dr. Musa Fathullah Harun bagi mengupas persoalan ini.

MEGA: Apakah yang dimaksudkan oleh hadis ini?

DR. MUSA: Hadis ini menjelaskan tentang perpecahan dalam agama akibat kesesatan kerana melakukan dosa. Dan hanya satu golongan yang selamat masuk syurga.

Namun demikian, ada satu hadis lain yang menyebut antara lainnya, “Semua golongan masuk syurga kecuali satu.”

Dengan kata lain, yang betul-betul mengikuti ajaran Islam itu satu tetapi yang betul-betul sesat terkeluar dari Islam pun satu.

Yang dimaksudkan dengan semuanya ke neraka itu adalah sebab dosa dan kesesatan yang dilakukan. Namun, pada akhirnya, umat Islam akan dapat juga masuk ke syurga melainkan yang syirik kepada Allah.

Cuma tempoh masa diazab di neraka itu bergantung kepada banyak mana dan besar mana dosa yang mereka lakukan semasa hidup di dunia yang sementara ini.

Ada golongan yang bertopengkan agama dengan berjubah besar dan berserban. Hakikatnya mereka memesongkan akidah dan bermatlamat ekonomi. Bagaimana hendak memastikan kita tidak terperangkap dalam kumpulan sebegini?

DR. MUSA: Sebagai manusia kita menilai atau menghukum seseorang itu hanya berdasarkan zahir. Memanglah memakai serban itu sunah Rasulullah.

Namun, jangan disebabkan angkara segelintir orang yang menyalahgunakan pakaian demikian untuk melakukan maksiat atau jenayah, kita menjauhi sunah baginda.

Perbuatan bertopengkan agama ini adakalanya sengaja diada-adakan untuk menjatuhkan imej Islam. Malah di United Kingdom pun dilaporkan ada golongan yang membenci gerakan dakwah memakai purdah dan melakukan pelbagai jenayah. Tujuannya, mahu merosakkan nama Islam.

Sebab itu, dalam mempelajari agama ia tidak boleh dilakukan di tepi-tepi jalan atau secara tangkap muat. Kita hendaklah menyelidiki dahulu disiplin ilmu seseorang itu sebelum menjadikannya guru kita. Setiap kita perlu belajar daripada guru-guru yang muktabar dan yang tidak mengajar agama secara sorok-sorok.

Cari guru atau ustaz yang mengajar di masjid dan surau-surau. Sekurang-kurangnya mereka telah ditapis oleh Jabatan Agama Islam Negeri sebelum mendapat tauliah mengajar.

Kalau hendak membaca buku atau majalah, pastikan siapa penulisnya. Pastikan ia bersumberkan yang sahih dan guru yang muktabar.

Ini seperti juga kita hendak membeli barang. Perlu berhati-hati kerana ada yang tulen atau asli dan ada yang palsu. Tetapi ada pihak yang pada mulanya mengambil ayat suci al-Quran dan hadis. Cuma di pertengahan, ada campuran unsur-unsur jampi dan sebagainya untuk menyesatkan orang lain?

DR. MUSA: Sebab itu saya sebutkan tadi, kalau hendak mempelajari agama pastikan di tempat terbuka, yang boleh dihadiri oleh sesiapa sahaja yang inginkan ilmu. Bukannya dibuat di lokasi yang tersorok.

Antara sebab kenapa orang terpedaya dengan ajaran sesat adalah rasa malu untuk belajar di masjid. Malu sebab sudah tua tetapi masih tidak pandai baca al-Quran atau pandai dalam bab fardu ain. Lalu mereka pun mencarilah orang yang kononnya ‘guru’ itu tanpa menyedari mereka sebenarnya mempunyai niat lain menyesatkan kita.

Ada juga jemaah al-Quran yang terus mengetepikan hadis. Mereka digelar Freemason yang dipelopori oleh Ahmad al-Ehsaie di Iran yang kemudiannya dilanjutkan oleh Khazim Rushdi.

Satu lagi kelompok yang terlibat adalah yang diasaskan oleh Rashad Khalifa keturunan Arab yang kemudiannya menetap di Amerika Syarikat. Beliau menolak hadis malah turut menolak syahadah kepada Rasulullah.


Sebab itu, golongan ahli sihir ini pun gunakan selawat atau doa-doa pendek. Tetapi selepas itu, mereka akan baca apa sahaja mentera atau jampi yang kita tidak faham. Apabila guna ajaran sesat maka mereka bergurukan iblis.

Jampi ini ada dua. Satu yang dibenarkan oleh Islam iaitu dengan menggunakan ayat al-Quran sebagaimana Rasulullah menjampi kepada cucu baginda yang sakit. Demikian juga jampi malaikat Jibril ketika baginda sakit.

Namun yang tidak dibolehkan ialah jampi yang bukan terdapat dalam al-Quran.

Dari Ibnu Masud r.a. katanya Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda, “Sesungguhnya tawar jampi, tangkal azimat, ilmu guna-guna (ilmu pengasih untuk menambat hati suami kepada isterinya atau hati isteri kepada suaminya) adalah syirik”.

Namun, ada juga golongan ahli sihir begini yang mujarab dalam mengubati penyakit dan lain-lain. Apakah hikmahnya di sebalik hal itu?

DR. MUSA: Inilah yang dipanggil istidraj. Ibarat layang-layang yang di udara dan dilepaskan maka lama-kelamaan ia akan sesat.

Apabila disebut Allah mengistidrajkan hamba-Nya, ia bermaksud setiap kali hamba itu membuat atau menambah kesalahan maka setiap kali itu juga Allah menambah atau membaharui nikmat-Nya ke atas hamba tersebut membuatkan hamba itu tadi merasakan dia disayangi dan lupa memohon ampun.

Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: “Apabila kamu melihat bahawa Allah memberikan nikmat kepada hambanya yang selalu membuat maksiat (durhaka), ketahuilah bahawa orang itu telah diistidrajkan oleh Allah SWT.” (riwayat At-Tabrani, Ahmad dan Al-Baihaqi)

Pemberian Allah itu juga berkaitan dengan sifat ar-Rahman (pemurah) yang akan dinikmati di dunia ini oleh sesiapa yang berusaha sama ada orang itu beriman atau kufur.

Bagaimanapun sifat ar-Rahim (penyayang) Allah hanya untuk hamba-hamba-Nya yang beriman di akhirat. Golongan kufur tidak akan mendapat nikmat ini.

Berkenaan dengan istidraj ini, Allah berfirman: Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, Kami akan menarik mereka sedikit demi sedikit (ke jurang kebinasaan), menurut cara yang mereka tidak mengetahuinya. (al-A’raaf: 182)

Dengan kata lain, golongan yang bergelumang dalam kesesatan ini dibiarkan dalam keadaan tersebut hingga mereka tidak sedar yang mereka didekatkan secara beransur-ansur kepada kebinasaan.

Ada yang berpendapat, kalau hendak mendekatkan diri pada Allah kita mesti mengikut tarekat. Benarkah?

DR. MUSA: Dakwaan itu tidak betul. Saya berpendapat, bagi orang awam yang belum mendalami atau mantap ilmu akidah eloklah tidak memasuki tarekat.

Sebabnya dibimbangi mereka belum mempunyai ilmu ‘alat’ untuk membezakan tarekat yang betul dan salah. Ini kerana hakikatnya, lebih banyak tarekat yang salah daripada yang betul.

Tarekat juga tidak boleh terkeluar daripada akidah dan syariat. Ada kisah di mana seorang Arab bertemu Rasulullah dan bertanya tentang Islam, lalu baginda menyebut kelima-lima perkara yang terkandung dalam rukun Islam. Apabila ditanya oleh lelaki itu apakah ada amalan lain selain itu, maka Rasulullah menjawab, hanyalah amalan sunat yang ingin kamu lakukan.

Akhirnya, lelaki itu berkata, demi Allah aku tidak melakukan yang lebih daripada itu. Kemudian Rasulullah bersabda, kalau benar dia mengikut semua itu, maka dia akan masuk syurga. Baginda tidak menyebut supaya masuk mana-mana tarekat.

Islam itu sendiri adalah tarekat kerana kita mengikut Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam.

Bagaimana kita hendak menyatukan umat Islam yang masih berpecah di merata tempat sekarang?

DR. MUSA: Tidak ada jalan lain kecuali dengan kita kembali kepada al-Quran dan sunah. Golongan yang bertelagah ini perlu bermusyawarah bukannya berdebat.

Sebab apabila bermusyawarah mengambil tindakan yang menepati al-Quran dan hadis kita akan mencari jalan kebenaran seterusnya menyelesaikan masalah. Sebaliknya kalau berdebat kita akan mencari siapa yang menang.

Jika kita tidak kembali kepada Allah dan Rasulnya, maka tidak akan selesailah pertelingkahan itu. Kita tidak boleh kata kalau hendak bersatu ikut aku, tetapi ikut perbuatan yang salah.

Ingatlah sabda Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam: “Hampir-hampir seluruh umat mengelilingi kamu seperti mana orang-orang yang kelaparan mengelilingi hidangan mereka.” Ada yang bertanya, “Apakah itu disebabkan bilangan kita kurang?”

Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab: “Bilangan kamu pada ketika itu ramai tetapi seperti buih. Allah mencabut dalam hati seteru kamu perasaan gerun terhadap kamu dan meletakkan perasaan al-wahn dalam hati kamu”.

Ada yang bertanya: “Apa al-wahn itu wahai Rasulullah?”

Jawab Baginda: “Cintakan dunia dan bencikan mati”. (riwayat Abu Daud)
Kredit: Haji Mohd Azizan
cara-belajar-leap-camp

^.^ you are pretty and handsome strangers ^.^

Ainul Mardhiah – Ketua Bidadari Syurga

ainul
Sekadar Gambar Hiasan
 
 
Bidadari merupakan salah satu anugerah Allah kepada seorang lelaki yang memasuki syurga. Bagi seorang wanita yang solehah maka bidadari bagi suaminya adalah dikalangan bidadari2 kurniaan Allah dan dia (isteri solehah merupakan ketua kepada segala bidadari- bidadari).
Berjihad/berdakwah untuk agama Allah swt merupakan satu amalan yang akan menjadi kesukaan Allah swt dan ini merupakan sunnah besar nabi SAW dan kalangan sahabat-sahabat r.hum. Setiap manusia yang mati walaupun berapa umurnya maka akan ditanya dimanakah masa mudanya dihabiskan.
Rasulullah saw bersabda
“Tidak akan berganjak kaki anak Adam di Hari Kiamat hingga disoal tentang empat perkara: tentang usianya pada apa dihabiskannya, tentang masa mudanya apa yang telah diperjuangkannya, tentang hartanya dari mana datangnya dan ke mana telah dibelanjakannya dan tentang ilmunya apa yang telah dibuatnya.”(Hadith sahih riwayat Tirmizi)
Ainul Mardhiah (bidadari untuk orang yang berjihad/berdakwah untuk agama Allah swt.)
Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan.
QS. ar-Rahman (55) : 58
Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.
QS. ar-Rahman (55) : 70
(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih dipingit dalam rumah.
QS. ar-Rahman (55) : 72
Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.
QS. ar-Rahman (55) : 74
‘Ainul Mardhiah merupakan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari-bidadari yang lain (bermaksud mata yang di redhai). Suatu pagi (dalam bulan puasa) ketika nabi memberi targhib (berita-berita semangat di kalangan sahabat untuk berjihad/berdakwah untuk agama Allah) katanya siapa-siapa yang keluar di jalan Allah tiba-tiba ia syahid, maka dia akan dianugerahkan seorang bidadari yang paling cantik dalam kalangan bidadari2 syurga.
Mendengar berita itu seorang sahabat yang usianya muda teringin sangat hendak tahu bagaimana cantiknya bidadari tersebut,tetapi di sebabkan sahabat ini malu hendak bertanyakan kepada nabi saw,kerana malu kepada sahabat-sahabat yang lain.

^.^ you are pretty and handsome strangers ^.^

Kisah tauladan : Ku sangkakan orang gila tapi ..

orang gila
Gambar sekadar hiasan
Pagi tadi lebih kurang pukul 10.30 aku singgah sarapan di bazar batu buruk sementara menunggu interview di steten minyak kerana sudah tiada kerja di Terengganu yang menggunakan Ijazah aku ini. Sewaktu makan, mata ni terpandang seorang pakcik yang “lusuh ” karekternya.. Bau busuk, baju koyak, pakai kain pelikat singkat, tak beralas kaki, tapi berkopiah.
Duduk bersandar di tiang bazar dekat dengan kerusi aku. Terdetik dalam hati, apa pakcik ni kelaparan. Orang gila pun lapar, masih tetap manusia. Aku pesan satu lagi nasi minyak. Pesanan aku sampai ke meja. Terus aku beri pada pakcik tadi. Tuan kedai terkejut dan mengangkat tangan melambai seolah2 memanggilku. Aku pun balas tunggu skejap.
Pakcik tadi tenung aku sambil berkata “pakcik dah makan nak.. terima kasih nak..” Dalam hati terdetik sungguh indah bahasa pakcik yang ku sangka gila tadi. Aku bangun dengan kecewa kerana pesanan aku tidak dijamah oleh pakcik. Lalu aku pergi kepada tuan kedai yang memanggil ku tadi.
Ada apa pakcik? Pakcik kedai balas: Jangan bagi dan suruh dia makan kat sini, nanti customer pakcik lari. Aku tersentap. Dan spontan aku membalas. “Jika orang ini ayah kandung pakcik, pakcik halau tak dia?” Pakcik tu diam. Takpe pakcik, saya akan bayar ansuran kalo pakcik rugi hari ni. Saya nak tanya, betul ke pakcik td tu sudah makan? Pakcik kedai jawab, tidak. Dari mula pakcik buka kedai pukul 6.30 tadi pakcik kopiah tu duduk kat tiang tu.
Dalam hati kecil ni cakap, tak pernah aku jumpa pakcik gila semulia ini. Tidak mengemis, tidak pula meminta. Aku pegi semula pada pakcik kopiah tu. “Pakcik, saya sunyi makan sorang2, pakcik teman saya makan jom.” Pakcik tu akur dengan pelawaan aku kerana kesungguhan aku. Ramai yang beralih meja kerana bau pakcik tu, namun kerana ingin menjaga hati orang tua yang aku tak kenal, aku tahan bau itu.
Lega tengok pakcik tu makan dengan sangat sopan. Aku lontarkan beberapa soalan pada pakcik tu. Pakcik dari mana, tinggal dimana? Pakcik tu jawab. Pakcik merantau cari redha Allah. Aku terkejut. Dalam hati aku dah syak bukan2. Kot2 wali ke ni? Mana keluarga pakcik?

Pakcik dibuang oleh keluarga pakcik kerana sekeping geran tanah. Kenapa pakcik? Apa masalahnya? Pakcik sedekahkan geran itu untuk seseorang untuk dibangunkan pondok2 mengaji. Keluarga pakcik terus buang pakcik. Allah…
Pakcik tinggal dimana? Pakcik tu diam tak menjawab. Masa terlalu singkat untuk aku menyambung urusan kerja. Aku panggil pakcik kedai untuk kira. Semuanya berharga RM 11.60. Aku celup dompet aku, dan aku lupa yang aku hanya bawa RM 5.00. Aduh…. Pakcik tu nampak raut wajah muka aku seolah2 melihat masalah dalam dompetku. Pakcik tu mencelah. Nak, ambil duit ni, pakcik bayarkan.
Nak tau ape? pakcik keluarkan satu sampul surat sebagai dompet dia (macam dompet TGNA), dalam tu duit seratus setebal setengah inci, dan satu kad BSN dan i.c lama (pakcik tu bekas tentera laut).. Satu kedai dia bayarkan. Allah.. Satu kedai hairan apabila pakcik kedai tu announce yang makanan semua sudah dibayarkan oleh pakcik kopiah tadi. Masing2 semua pandang aku dan pakcik kopiah. Dengan tiba2 pakcik kopiah angkat tangan dan berdoa dengan suara yang agak sederhana kuat, aku pun turut angkat sama. Dan paling terharu apabila aku dengar suara “amin…..” dengan suara yang ramai. Bila aku berpaling ke belakang, satu kedai mengangkat tangan bersama pakcik kopiah tu.. Ada yang bangun mendekati kami berdoa dekat2.
Terasa sangat gemuruh dan terharu dengan keperibadian orang yang ku sangka gila ini rupanya seorang guru agama!! Ada yang menangis kerana doa oleh sang guru itu sungguh merdu.. Kecoh seketika.. Selesai berdoa, aku bersalam dengan pakcik tadi dan ucap terima kasih dengan harapan dapat jumpa lagi. Aku terus berjalan ke motor aku. Aku berpaling ke belakang, semakin ramai yang berkerumun pada pakcik tadi. Aku senyum tanda puas bahawa orang sekeliling mula mendekati pakcik. Aku buka semula dompet aku kerana aku simpan kunci motor dalam tu.
Nak tau apa? Aku terkejut kerana ada 2 keping duit seratus dan satu nota kecil yang bertulis: “Ambil duit ni buat beli susu anak dan buah delima untuk orang rumah anak yang mengidam..” Aku terkaku, dan terus pandang ke arah tempat pakcik tadi. Beliau sudah tiada disitu. Aku terus pakai helmet dan tutup pemuka helmet. Aku menangis kerana terharu dan sangat bersyukur. Bagaimana dia tahu aku dalam kesusahan…
Ya Allah.. Kau peliharakanlah pakcik itu..
Sumber: Warta Dari Hati
^.^ you are pretty and handsome strangers ^.^

cendawan goreng

dah lama tak menulis .. hmm korang tahu tak macam mana nak buat mushroom tepung ? 
sedaaappp ... bawah ni ada resipi dia ...

  • tepung kentucky ayam
  • satu biji telur 
  • serbuk lada hitam (kalau nak pedas letaklah)
  • cendawan

lepas tu gaulkan semua sekali ..
and
lastly masukkan satu persatu dalam minyak panas .. angkat bila warna oren kekuningan atau emas
nampak biar rangup


 


 

^.^ you are pretty and handsome strangers ^.^

apa itu syiah ??


Apa itu syiah? yang jelas asal usul Syiah itu dari Iran dan yang pastinya janganlah kita yang berfahaman ahli sunnah wal jamaah mengamalkan ajaran Syiah. Mereka bukan Ahli Sunnah. Sila baca penjelasan di bawah yang dikirim melalui email kepada saya oleh HAJIZED ABDULLAH, mengenai SYIAH;
1. LATAR BELAKANG
Kebangkitan fahaman Syiah secara meluas di Malaysia bermula dari kemenangan revolusi Islam yang diketuai oleh Ayatullah Al-Khomeini di Iran pada tahun 1979 dan menjadikan Iran sebagai Republik Islam. Atas nama kerajaan Islam itulah rakyat Malaysia telah memberi sokongan tanpa menyedari orang-orang Iran yang berfahaman Syiah telah menyebarkan fahaman mereka dengan meluasnya di Malaysia.
2.1 Penyebaran fahaman Syiah di Malaysia dilakukan melalui beberapa cara :
a) Lawatan pembesar-pembesar Iran ke Malaysia yang di susuli dengan kempen dan penerangan fahaman mereka serta lawatan pelawat-pelawat Malaysia ke Republik itu.
b) Melalui pelajar-pelajar Malaysia yang ditawarkan belajar ke Republik itu dengan diberi biasiswa dan kemudahan asas yang secukupnya atau melalui pegawai-pegawai Kedutaan Iran di Malaysia yang membuat lawatan ke pusat-pusat pengajian tinggi di Malaysia.
c) Memberi hadiah berupa buku fahaman Syiah kepada perpustakaan-perpustakaan umum seperti perpustakaan universiti, masjid dan toko-toko buku yang terkenal.
2.2 Di Malaysia terdapat 3 kumpulan Syiah yang berkembang beberapa tahun lalu :
a) Syiah Tayyibi Bohra (Dawood Bohra)
Kumpulan ini berasal dari India dan di Malaysia dikenali sebagai golongan yang memiliki kedai Bombay. Kumpulan yang berpusat di daerah Klang ini mempunyai tanah perkuburan dan masjid sendiri dengan jumlah pengikut dianggarkan 200 hingga 400 orang.
b) Syiah Ismailiah
Kumpulan ini dikenali dengan nama kedai Perbhai yang bergerak di Lembah Klang. Bilangan pengikutnya lebih kecil dari kelompok Bohra.
c) Syiah Ja’fariyah @ Imamiah Ithna Asyariah
Kumpulan ini dipercayai mula bertapak di Malaysia pada tahun 1979. pengaruh ajaran dan fahaman ini menular melalui bahan bacaan dan individu seperti pensyarah IPT. Beberapa buku utama Syiah telah dijadikan rujukan dan telah diterjemah dalam Bahasa Melayu. Pengikut kumpulan ini dianggarkan 300 hingga 500 orang.
2. PERKEMBANGAN SYIAH DI SELANGOR
Berdasarkan kajian dan siasatan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) dan polis, Syiah di Negeri Selangor dikategorikan seperti berikut :
3.1 Pusat Pengajian Tinggi
Beberapa buah Pusat Pengajian Tinggi telah dikenal pasti menjadi sasaran Syiah bergerak iaitu Universiti Malay, Universiti Kebangsaan Malaysia, Universiti Islam Antarabangsa dan Institut Teknologi Mara.
3.2 Orang Awam
Hasil penyiasatan JAIS bersama Polis dan JAKIM didapati beberapa orang penyebar fahaman ini telah bergerak cergas dalam kelompok kecil untuk berkempen dari rumah ke rumah. Di antara individu yang telah dikenalpasti ialah Syed Jaafar bin Abdul Hamid Al-Sagof, beliau didapati menyebarkan fahaman ini di Taman Permata dan Taman Melor di Hulu Klang.
3.3 Menubuhkan Persatuan
Terdapat usaha-usaha kumpulan ini menubuhkan persatuan untuk mengembangkan fahaman Syiah kepada orang ramai yang dikenali dengan nama “Darul Husaini” tetapi pendaftaran ditolak pada 19September 1992 atas nasihat MAIS dan JAKIM.
4 PENYELEWENGAN SYIAH
Berikut adalah antara cirri-ciri ajaran Syiah yang bertentangan dengan ajaran Ahli Sunnah Wal Jamaah:
4.1 Imam Adalah Maksum
Syiah meyakini bahawa imam-imam adalah maksum iaitu terpelihara daripada dosa kecil dan besar dari peringkat kanak-kanak hinggalah meninggal dunia, kedudukan mereka sama seperti nabi-nabi. Pada iktiqad mereka Imam memelihara syariat dalam kitab Aqaid al-Imamiah oleh Syeikh Muhammad Redha al-Muzaffar, hal 72.
4.2 Kemunculan Imam Mahadi Bersama Orang Yang Telah Mati
Golongan Syiah dikehendaki mempercayai bahawa Allah akan menghidupkan semula orang-orang yang telah mati ke dunia ini bersama-sama Imam Mahadi untuk menghukum orang-orang yang telah melakukan kezaliman seperti Saidina Abu Bakar, Omar, Uthman, Aishah, Hafsah, Muawiah dan lain-lain lagi.
Fakta ini dijelaskan dalam kertas Aqaid al-Imamiah oleh Syeikh Muhammad Redha al- Muzaffar, hal 83
4.3 Berpura-Pura

Mengikut aqidah Syiah, al-Taqqiyah ialah menunjukkan sesuatu yang boleh membahayakan diri atau harta bendanya dengan melahirkan yang bukan hakikat sebenar dari kandungan hatinya. Al-Taqiyyah ini diamalkan dalam setiap perkara kecuali dalam masaalah arak dan menyapu khuf. Perkara ini dijelaskan dalam buku Al-Usul Min Al-Kafi juz 2 oleh Abu Jaafar Muhammad bin Yaakub bin Ishak al-Khulaini al-Razi. Hal
4.4 Menyanjung Saidina Ali Secara Keterlaluan
Syiah menyanjung Saidina Ali secara berlebih-lebihan hingga disamatarafkan dengan Rasulullah. Bahkan dalam beberapa hal Saidina Ali dianggap lebih tinggi lagi. Perkara ini dinyatakan dalam kitab Al-Usul Min Al-Kafi oleh Al Khulaini. Jld.1.Hal. 197
4.5 Menghalalkan Nikah Mut’ah
Golongan Syiah menghalalkan Nikah Mut’ah. Perkara ini dinyatakan dalam kitab Man La Yahduruhu Al- Faqih oleh Abu Jaafar Muhammad bin Ali bin Hussain Bahawiah Al-Qanuni. Juzu’ 1 hal 358
4.6 Menambah Syahadah
Golongan Syiah menambah nama Saidina Ali dalam syahadah selepas nama Nabi Muhammad S.A.W. Perkara ini dinyatakan didalam kitab Al-Usul Min Al-Kafi oleh Khulaini, Juzu’1, hal 441
4.7 Menolak Hadis Yang Diriwayatkan oleh Ahli Sunnah Wal Jamaah Sekalipun Hadis Mutawatir.
Golongan Syiah juga menolak semua hadis yang diriwayatkan oleh golongan Ahli Sunnah Wal Jamaah walaupun hadis itu sampai kepada darjat mutawatir. Mereka hanya berpegang kepada hadis yang diriwayatkan oleh Ahli Bait sahaja. Pegangan ini disebut dalam buku Aslu Al Syiah Wa Usuluha oleh Muhammad Al Husain Ali Kasyif Al-Ghita’, hal 149
4.8 Menolak Ijmak Ulama’
Golongan Syiah tidak menerima pakai Ijmak Ulama’ buktinya mereka menolak perlantikan Khalifah Abu Bakar, Umar dan Uthman. Malah mereka berpegang kepada pendapat-pendapat Imam mereka, kerana ijmak pada mereka adalah kesalahan, sedangkan pendapat Imam adalah maksum. Perkara ini dinyatakan di dalam kitab Mukhtasar al-Tuhfah al-Ithna Asyariyyah oleh Shah Abdul Aziz al-Imam Waliyullah Ahmad Abdul Rahim al-Dahlawi, hal 51
4.9 Menolak Qias
Golongan Syiah juga menolak Qias kerana beramal dengan qias akan merosakkan agama. Perkara ini dinyatakan dalam kitab Aslu al- Syiah Wa Usuluha oleh Muhammad bin Husain Ali Kasyif al-Ghita’, hal 149:
4.10 Mengubah ayat al-Quran
Dipercayai Syiah telah menambah beberapa ayat dalam al-Quran yang bukan dari ayat Al-Quran sebenar. Sila rujuk: m_syiq@yahoo.com untuk maklumat lanjut.
4.11 Menyeksa Tubuh Badan Sempena 10 Muharam
Golongan Syiah mengadakan upacara memukul dada dan mnyeksa tubuh badan sempena 10 Muharam bagi menangisi kematian Saidina Husain. Perkara ini dinyatakan dalam kitab al-Syiah Wa al-Tashih al-Sira’, Baina al-Syiah wa al-Tasyayu’, oleh Doktor Musa al-Musawi. Hal 98:
4.12 Menghina Isteri-Isteri Nabi.
Golongan Syiah juga menghina isteri-isteri nabi. Perkara ini dinyatakan dalam kitab Tuhfah al-‘Awam Maqbul oleh Syed Manzur Husain, hal 330
4.13 Mengharuskan Jama’ Sembahyang Dalam Semua Keadaan
Golongan Syiah mengharuskan jamak sembahyang fardhu iaitu Zohor dan Asar dalam waktu Asar, Maghrib dan Isyak dalam waktu Isyak dalam semua keadaan tanpa sebarang sebab. Perkara ini dinyatakan di dalam buku Minhaj Kebenaran Dan Pendedahan (Fiqh Lima Mazhab diantara Nas dan Ijtihad) oleh al-Hasan bin Yusuf al-Mutahar al-Hilliyyah terjemahan Prof Madya Dr.Lutpi Ibrahim(thn. 1993) hal. 36:
Ja’fari: harus menjamakkan diantara sembahyang Zohor dan Asar, Maghrib dan Isyak sama ada di dalam musafir ataupun hadir tanpa sebab
4.14 Sembahyang Duha Adalah Bid’ah.
Perkara ini dinyatakan dalam buku Minhaj Kebenaran dan Pendedahannya (Fiqh Lima Mazhab Di antara Nas dan Ijtihad) oleh al-Hasan bin Yusuf al-Mutahar al-Hulliyy, terjemahan Prof. Madya Dr. Lutpi Ibrahim. Hal 31 :
Ja’fari : sembahyang Duha adalah bid’ah. Para imam mazhab empat ianya sunat. Lantaran itu mereka menyalahi sunnah Rasulullah S.A.W yang diriwayatkan oleh al-Humaidi dalam al-Jami’ Baina al-Sahihain daripada Marwan al-‘Ajali, dia berkata: aku berkata kepada Ibn Umar “anda mengerjakan sembahyang Duha? Dia menjawab: “tidak”. Akupun bertanya lagi, Abu Bakr? Dia menjawab: “tidak”. Humaidi pula meriwayatkan dari Aisyah di dalam Musnad Aisyah, dia berkata sesungguhnya Nabi S.A.W tidak pernah mengerjakan sembahyang Duha. Abdullah b. Umar juga berkata, “Sembahyang Duha adalah bid’ah dari segala bid’ah
5 Terakhir
KEPUTUSAN
“Keputusan berdasarkan kajian termasuk kajian luar dapat disimpulkan bahawa fahaman Syiah didapati menyeleweng dan bertentangan dengan ajaran Islam yang berlandaskan Ahli Sunnah Wal Jamaah. Umat Islam yang menganut fahaman ini hendaklah kembali kepada ajaran Islam yang sebenar”

^.^ you are pretty and handsome strangers ^.^

NASI AYAM

nyummm nyumm 
mama masak nasi ayam ..
sedapppp




^.^ you are pretty and handsome strangers ^.^